<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>100% Katholik 100% Indonesia</title>
	<atom:link href="http://b363nk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://b363nk.wordpress.com</link>
	<description>† Ad Maiorem Dei Gloriam †</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jan 2010 23:40:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='b363nk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4f15446372ccb89e372cb32cb1fd4376?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>100% Katholik 100% Indonesia</title>
		<link>http://b363nk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://b363nk.wordpress.com/osd.xml" title="100% Katholik 100% Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://b363nk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bisakah Orang Selamat Tanpa Dibaptis ?</title>
		<link>http://b363nk.wordpress.com/2010/01/22/bisakah-orang-selamat-tanpa-dibaptis/</link>
		<comments>http://b363nk.wordpress.com/2010/01/22/bisakah-orang-selamat-tanpa-dibaptis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 05:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b363nk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://b363nk.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[P : Seringkali orang mempersoalkan nasib orang yang beragama lain atau yang tidak dibaptis. Bagaimana ajaran resmi Gereja Katholik dalam hal ini ? J : Saya kira cara yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan Anda adalah mengutip langsung apa yang diajarkan Konsili Vatikan II. Dalam konstitusi dogmatis Lumen Gentium no 16 konsili Vatikan II mengajarkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=16&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 300px"><img title="Baptisan" src="http://www.bjnewlife.org/english/img/baptism.jpg" alt="Gambar Baptisan" width="290" height="295" /><p class="wp-caption-text">Gambar Baptisan</p></div>
<p>P : Seringkali orang mempersoalkan nasib orang yang beragama lain atau yang tidak dibaptis. Bagaimana ajaran resmi Gereja Katholik dalam hal ini ?</p>
<p>J : Saya kira cara yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan Anda adalah mengutip langsung apa yang diajarkan Konsili Vatikan II. Dalam konstitusi dogmatis <em>Lumen Gentium</em> no 16 konsili Vatikan II mengajarkan, &#8220;Sebab mereka yang <em>tanpa bersalah</em> tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi <em>dengan hati tulus mencari Allah</em>, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, <strong><em>dapat</em></strong> memperoleh keselamatan kekal.&#8221;</p>
<p>P : Tetapi bukankah Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantara Allah dan manusia seperti ada tertulis dalam 1 Tim 2:5 ?</p>
<p>J : Ya, tepat sekali. Tetapi ajaran Konsili Vatikan II tidak bertentangan dengan 1 Tim 2:5, sebab kita percaya bahwa Yesus Kristus tetap satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia. Hanya saja mereka yang tidak (bisa) mengenal Dia, tetapi yang berusaha mengabdi Allah menurut keyakinan atau agama mereka sendiri, dapat selamat berkat jasa Yesus Kristus yang telah mendamaikan seluruh umat manusia dengan Allah. Meskipun mereka tidak mengenal-Nya, Yesus Kristus telah wafat demi menebus dosa mereka juga. Menurut keyakinan Katholik sampainya seorang yang beragama lain ke surga adalah berkat rahmat Yesus Kristus. Kami kira ajaran ini penting. Sebab kalau orang selamat hanya karena percaya kepada Yesus Kristus dan dibaptis, konsekuensinya besar sekali. Berapa banyak orang yang tidak sempat mengenal Yesus Kristus atau yang sudah beragama sebelum mengenal agama kristen? Tak terhitung jumlahnya, bukan? Mereka begitu yakin bahwa agama merekalah yang benar, dan mereka justru takut masuk neraka kalau pindah ke agama kristen. Maka mereka dengan hati nurani yang tulus mengabdi Allah sesuai keyakinannya itu. Nah, apakah Tuhan Allah yang Maha-rahim pasti memasukan mereka ke dalam neraka? Sulit menerima Allah yang demikian kejam, bukan? Kita harus berhati-hati supaya jangan bersikap seperti banyak orang yang hidup sejaman dengan Yesus. Banyak di antara mereka mengira pasti masuk surga karena mereka itu keturunan Abraham, karena mereka itu bersunat atau karena mereka itu beragama Yahudi. Mereka mengira, bangsa bukan Yahudi pasti masuk neraka. Bukankah Yesus mengecam orang-orang Yahudi semacam itu dengan mengatakan bahwa orang-orang non-Yahudi (yang dianggap kafir itu) bahkan bisa ikut mengadili mereka. &#8220;Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab oarang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus&#8221; (Mat 12:41).<span id="more-16"></span></p>
<p>P : kalau begitu, semua agama itu sama saja. Bukankah orang yang beragama apa pun bisa selamat tanpa percaya kepada Yesus Kristus dan dibaptis?</p>
<p>J : Tidak, Semua agama itu tidak sama saja. Itu indifferentisme agama namanya, artinya paham bahwa tidak ada perbedaan penting antara agama yang satu dengan yang lain. Dengan menganut indifferentisme agama orang bisa pindah agama seenaknya tanpa pikir panjang. Kita tidak bisa menerima paham itu. Agama yang satu berbeda dengan agama yang lain. Setiap pemeluk suatu agama seharusnya merasa yakin bahwa agama yang dianutnyalah yang paling benar dan baik. Kita pun sebagai orang Katholik percaya bahwa agama Katholiklah agama yang paling benar dan sempurna. Jadi ajaran Konsili Vatikan II (tentang kemungkinan orang untuk selamat tanpa menjadi orang kristen) tidak mengurangi sama sekali tugas Gereja untuk memperkenalkan Injil kepada segala bangsa. Kita tetap wajib memperkenalkan Yesus Kristus, sebab Dia tidak hanya menunjukkan jalan menuju keselamatan, tetapi Dia sendiri adalah Jalan menuju keselamatan. Kita tetap wajib mengajak orang lain untuk masuk ke dalam agama kristen, karena kita yakin bahwa agama kristen memberi jalan yang paling singkat dan pasti menuju keselamatan. Agama kristen adalah jalan yang paling singkat untuk mempersatukan manusia dengan Allah secara paling erat-mesra. Agama kristen memungkinkan manusia menerima secara melimpah-ruah kehidupan ilahi yang dibawa oleh Yesus (Yoh 10:10), suatu rahmat yang -menurut keyakinan kita- tidak dapat diberikan oleh agama lain. Akhirnya, baiklah kami kutipkan ajaran Paus Yohanes Paulus II tentang hal ini. Dalam Ensiklik <em>Redemptoris Missio</em> (Tugas Perutusan Penebus) no 55 dikatakan, &#8220;Kenyataan bahwa para pemeluk agama-agama lain dapat menerima rahmat Allah dan dapat diselamatkan oleh kristus terlepas dari sarana-sarana yang biasa yang telah Dia bangun sendiri, tidaklah demikian saja membatalkan panggilan menuju iman dan pembaptisan yang diinginkan Allah bagi semua orang &#8230; <em>Gereja adalah sarana yang biasa</em> dari keselamatan  dan <em>Gereja sendiri</em> memiliki kepenuhan sarana-sarana keselamtan itu.&#8221;  Nah, menjadi Jelas bahwa semua agama itu tidak sama saja.</p>
<p>P : Bagaimana menerangkan ayat-ayat Injil yang menyatakan bahwa yang bisa sampai kepada Bapa atau bisa selamat hanyalah mereka yang percaya kepada Bapa atau bisa selamat hanyalah mereka yang percaya kepada Yesus Kristus yang dibaptis? Coba baca Mrk 16:15, &#8220;Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.&#8221; Baca juga Yoh 3:18, &#8220;Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam Anak Tunggal Allah&#8221; (bdk Yoh 8:24; 11:26)</p>
<p>J : Harus kami akui, masalah ini sulit dijawab. Apa yang akan kami katakan disini hanyalah <em>pendapat pribadi yang bisa salah</em>. Begini jawaban kami. Ajaran Konsili Vatikan II di atas mengandung keyakinan Gereja Katholik bahwa ayat-ayat yang baru saja Anda Sebut, yakni Mrk 16:15 dan Yoh 3:18 tidak perlu ditafsirkan secara hurufiah dan dalam arti mutlak seperti adanya. Dan banyak ayat lain yang serupa itu. Ayat-ayat di atas hanya mau menekankan betapa pentingnya iman kepada Yesus Kristus dan pentingnya pembaptisan. Jadi, ayat-ayat tersebut tidak bermaksud mengajarkan bahwa semua orang (tanpa kecuali) yang tidak sempat percaya dan dibaptis pasti binasa. Memang jawaban ini tidak memuaskan. Tapi kita yakin bahwaa paus dalam persatuan dengan para uskup se-dunia dibimbing oleh Roh Kudus sehingga mereka dapat menafsir Injil dengan benar. Lebih sulit menerima kenyataan bahwa semua orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus (tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu) pasti masuk neraka daripada menerima kenyataan bahwa Mrk 16:15 dan Yoh 3:18 merupakan semacam cara untuk menekankan pentingya iman dan pembaptisan dan bukan dogma mengenai nasib orang tidak percaya.</p>
<p>Sumber :Mempertanggungjawabkan Iman Katholik Vol 4.</p>
<p>† Ad Maiorem Dei Gloriam †</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/b363nk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/b363nk.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=16&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://b363nk.wordpress.com/2010/01/22/bisakah-orang-selamat-tanpa-dibaptis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/118b7c92351261645ed4e37da014eb84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">b363nk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bjnewlife.org/english/img/baptism.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Baptisan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus adalah Tuhan (Kyrios)</title>
		<link>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/07/yesus-adalah-tuhan-kyrios/</link>
		<comments>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/07/yesus-adalah-tuhan-kyrios/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 03:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b363nk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://b363nk.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Pengakuan Yesus = Kyrios / Tuhan : lazim dalam Gereja Perdana. 1 Kor 8 : 6 (tahun 57) “Hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa dan satu Tuhan / Kyrios saja yaitu Yesus Kristus …”.  Sampai sekarang pengakuan lazim : Yesus = Tuhan / Kyrios. Kyrios sukar diterjemahkan – biasanya “Tuhan”; tapi dalam bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=9&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<ul>
<li>Pengakuan Yesus = Kyrios / Tuhan : lazim dalam Gereja Perdana.</li>
<li>1 Kor 8 : 6 (tahun 57) “<em>Hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa dan satu Tuhan / Kyrios saja yaitu Yesus Kristus</em> …”.  Sampai sekarang pengakuan lazim : Yesus = Tuhan / Kyrios.</li>
<li>Kyrios sukar diterjemahkan – biasanya “Tuhan”; tapi dalam bahasa Indonesia Tuhan = Allah; sedangkan gelar Kyrios tidak sama dengan Allah.</li>
<li>Dalam bahasa lain Tuhan / Kyrios diartikan : Gusti (Jawa &amp; Sunda), Lord (English), Dominus (Latin), dsb.</li>
</ul>
<p><strong>1. Istilah “Kyrios”</strong><br />
“Kyrios” mengalami perkembangan atau pergeseran arti :</p>
<ul>
<li>Bangsa Yunani : Kyrios = kata sifat -&gt; kuat, kuasa ; Kata benda -&gt; orang kuasa, pemilik, majikan, tuan. Misalnya : Mat 10 : 25 “Cukuplah bagi hamba jika ia sama seperti tuannya”. -&gt; tidak mempunyai makna keagamaan; selanjutnya dalam perkembangannya orang² Yunani menyebut Dewa / Raja = Kyrios, yang mempunyai arti gelar ilahi .</li>
<li>Bangsa Yahudi : Didalam Perjanjian Lama, Kyrios = adonai (tuanku), baal, mara (bangsa Ibrani) yang artinya orang yang berkuasa, pemilik. “Adonai” = sapaan kehormatan (raja, dewa). Rabbi juga disebut adonai.</li>
<li>Kristen : Didalam Perjanjian Baru, Kyrios sangat luas -&gt; majikan, pemilik, sapaan kehormatan ( Mrk 10 : 24 “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba daripada tuannya”.</li>
<li>Diterapkan kepada Yesus : Kyrios / Tuhan / Lord jika dilihat konteksnya adalah : sapaan, sopan santun, pengakuan kuasa Yesus bagi pembuat mujizat (Mat 8 : 2-6); murid2 menyapa-Nya sebagai kesopanan (Mat 8 : 21-25); dan mempunyai kedudukan tinggi (Luk 6 : 46).</li>
</ul>
<p>Kesimpulan : Yesus menempati kedudukan lebih tinggi daripada orang lain, sebagai guru mereka (dalam hal ini para murid dan pengikut-Nya) dan orang Kristen menyebut-Nya sebagai Kyrios / Tuhan / Lord / Gusti / Dominus.<span id="more-9"></span></p>
<p><strong>2. Allah, Satu-satunya Kyrios umat Israel</strong></p>
<ul>
<li>Nama diri Allah : “Elohim” : Allah universal, pencipta langit dan bumi, Kyrios alam semesta; “YHWH” (artinya : AKU adalah AKU) nama diri Allahnya umat Israel, ada relasi khusus -&gt; sebagai bangsa pilihan. Dalam Septuaginta (LXX) : elohim = theos; YHWH = Kyrios -&gt; Kyrios = Tuhan adalah Allah yang hadir di tengah umat, bertindak bagi mereka. Kyrios / Tuhan : Allah bagi Israel.</li>
<li>Allah satu-satunya Kyrios : Israel hanya terima satu Kyrios / Tuhan, yaitu YHWH (Yahwe) – diungkapkan dalam pengakuan iman (Ulangan 6 : 4 “Yahwe Allah kita adalah Yahwe satu-satunya”) -&gt; Allahnya Israel = Yahwe artinya mereka mendapatkan relasi khusus dengan Allah karena umat Israel menyebut Allah sebagai Yahwe dimana pengakuan tersebut juga berarti sekaligus Kyrios atau Tuhan mereka (Umat Israel). Hal ini berarti :</li>
</ul>
<ol>
<li>Pengakuan monotheistis.</li>
<li>Mereka (Israel) bangsa terpilih.</li>
<li>Adanya hubungan istimewa antara Allah dan Israel.</li>
<li>Relasi khusus dengan Allah yang memperhatikan, memelihara, dan melindungi Israel.</li>
<li>Israel harus balas dengan mengasihi-Nya -&gt; Kyrios, nama relasional (menyangkut hubungan).</li>
</ol>
<p>Dari pihak Israel : nama diri Kyrios / Yahwe menyangkut relasi ketaatan ( Ulangan 6 : 5 “Hendaklah kamu cintai Yahwe (Kyrios) Allah dengan segenap hatimu ….”)</p>
<ul>
<li>Diteruskan dalam Perjanjian Baru : Allah = Kyrios / Tuhan – dalam beberapa kasus, Allah disebut Kyrios / Tuhan, bahkan pengakuan iman Isreal diucapkan Yesus (Mrk 12 : 29). Sebutan Kyrios / Tuhan bagi Allah ditemui dalam kutipan Perjanjian Lama (misalnya : Roma 4 : 8; 10 : 16). Juga dipertahankan dalam ungkapan lazim, misalnya “tangan Tuhan / Kyrios” (Luk 1 : 66), “malaikat Tuhan / Kyrios” (Mat 1 : 20); “Firman Tuhan / Kyrios” (Kis 8 : 25).</li>
</ul>
<p><strong>3. Yesus Kristus satu-satunya Kyrios umat Kristen</strong></p>
<p>Umat Kristen pertahankan rumus iman Israel dari Ulangan 6 : 4; tapi Kyrios / Tuhan diterapkan pada Yesus -&gt; “Bagi kita hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa … dan satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus…” (1 Kor 8 : 6).<br />
Gelar “Allah / Theos“ untuk Bapa, “Kyrios / Tuhan “ untuk Yesus Kristus -&gt; umat kristen membagi dua nama Allah dalam Perjanjian Lama (Yunani), yaitu Allah (Theoas) untuk Allah Bapa dan Tuhan (Kyrios) untuk Yesus Kristus.<br />
Demikian pula dalam Perjanjian Baru :</p>
<ol>
<li>Allah nama diri Allah Bapa, Kyrios = Yesus Kristus</li>
<li>Sebagaimana hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa, demikian hanya ada satu Kyrios / Tuhan saja, Yesus Kristus</li>
<li>Dengan menyebut Yesus Kristus = Kyrios / Tuhan, Perjanjian Baru sama sekali tidak menyingkirkan Kyrios Perjanjian Lama.</li>
</ol>
<p>Apa maksud / maknanya, jika umat Kristen berkata : Kyrios / Tuhannya = Yesus Kristus ?<br />
Ada perkembangan dalam paham Kristen bahwa Kyrios / Tuhan = Yesus Kristus</p>
<p>a.) Kyrios / Tuhan Yesus sebagai Mesias :</p>
<p>Kis 2 : 36 -&gt; dengan kebangkitan Yesus (note : AWAS Hati2, Yesus Dibangkitkan oleh Allah.), Allah melantik Dia sebagai Mesias dan Tuhan / Kyrios artinya kedua istilah hampir sama; bdk Roma 10 : 9.</p>
<p>Umat Kristen yakin, sejak dibangkitkan, Yesus memegang kuasa sebagai raja (Mesias) membimbing umat-Nya.<br />
Dengan dibangkitkan dari antara orang mati, Yesus histories menjadi transcendens; sebagai Kyrios, masuk dunia ilahi, menjalankan kuasa ilahi atas umat Allah (bdk 1 Kor 8 : 6); Ia adalah kuasa dan wakil Allah.<br />
Dalam perkembangan lebih lanjut : gelar “Kyrios / Tuhan” secara prolepsis diterapkan kepada Yesus yang masih hidup dan berkarya di dunia: Mat 15 : 22-27 (Wanita Kanaan), Mat 20 : 30-33 (orang buta).<br />
Gelar Kyrios / Tuhan juga diterapkan pada masa kanak-kanak  (Luk 1 : 43 Ibu Tuhanku; 2 : 11 Telah lahir Penyelamat, Kristus, Tuhan).<br />
Sewaktu masih hidup Yesus sudah Kyrios / Tuhan (Meskipun seharusnya diberi setelah waktu kebangkitan).</p>
<p>b.) Kyrios Kristus + Kyrios Allah (Tuhan Kristus dan Tuhan Allah)</p>
<p>1. Tulisan Paulus dan Sinoptik :</p>
<p>Kadang sebutan Tuhan / Kyrios untuk Allah dan Yesus tercampur, misalnya : 1 Kor 4 : 19 “Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan (dalam hal ini Allah) menghendakinya”; 7 : 17 “Hendaklah tiap² orang hidup seperti ditentukan Tuhan (dalam hal ini Yesus)…”<br />
Kadang sebutan Kyrios / Tuhan pindah dari Allah kepada Yesus dan sebaliknya : bdk Roma 11 :34 “Siapakah mengetahui pikiran Tuhan ? “ dan 1 Kor 2 : 8 “Mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia”<br />
Kadang sebutan Kyrios / Tuhan Yesus disamakan dengan Kyrios Allah – Perjanjian Baru menerapkan kepada Tuhan Yesus ayat2 aslinya tentang Yahwe (Sebutan khusus Israel untuk Allah), misalnya : Mat : 3 : 3 “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan (dalam hal ini Yahwe) ….”; Kis 2 : 21 “Siapa berseru kepada nama Tuhan (dalam hal ini Yesus) akan diselamatkan”.</p>
<p>2. Tulisan Yohanes :</p>
<p>Yohanes menerapkan sebutan Kyrios / Tuhan hanya kepada Yesus yang bangkit, Misalnya : Yoh 20 : 2. 13. 18. 28; 21 : 7. 12. 15. 17.<br />
Yohanes kerap memakai rumus perwahyuan : “Akulah…..” tanpa tambahan, Misalanya : 8 : 24. 28. 58; 13 : 19. Rumusan “Akulah….” Untuk menyampaikan kehadiran Allah (Ul 32 : 39; Yes 43 : 10)<br />
Atas dasar identifikasi Yesus Kristus = Yahwe, dapat dipahami sebagai berikut : “Siapa melihat Aku, melihat Bapa” (Yoh 14 : 9); Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (Yoh 10 : 38); seruan Tomas : Tuhanku dan Allahku (Yoh 20 : 28).<br />
Ucapan2 yang diungkapkan persatuan Yesus dan Bapa : Persatuan aktif, dalam berbicara, berkarya, dan bukan kesatuan statis. Ia kerjakan dan katakan apa yang dikerjakan dan katakan Bapa (Yoh 3 : 34; 5 : 36; dll).<br />
Kendati kesamaan antara Yesus = Allah Bapa, namun ada gradasi : Allah mengutus Yesus (Yoh 5 : 23. 37); Bapa memuliakan Yesus (Yoh 14 : 28), Yesus berdoa kepada Bapa (Yoh 17 : 1; 11 : 41).</p>
<p><strong>KESIMPULAN :</strong></p>
<ol>
<li>Dengan berkata “Yesus Kristus = Kyrios / Tuhan”, maksudnya Yesus tokoh histories adalah Mesias</li>
<li>Yesus Tuhan dalam suasana ilahi memerintah umat, pada akhir jaman meraja atas segala sesuatu (Kisah Para Rasul dan Surat2 Rasul Paulus).</li>
<li>Yesus = Kyrios, karena Ia = Yahwe, Allah dalam hubungan khas dengan umat-Nya.</li>
<li>Yahwe menyatakan diri dalam sejarah berupa Yesus dari nazaret (Ingat! Yesus adalah Firman Allah yang Hidup)</li>
<li>Yesus = keselamatan bagi yang percaya (Injil Yohanes)</li>
<li>Kyrios / Tuhan : sebutan fungsional / jabatan dan relasional antara Yesus dan Allah -&gt; Kyrios / Tuhan Yesus adalah Allah yang selamatkan kita.</li>
</ol>
<p>Ditulis oleh : A. S. Hadiwiyata</p>
<p>Catatan tambahan (dari penulis)</p>
<ul>
<li>Jika anda sering membaca Perjanjian Lama, maka anda akan sering mendapatkan kata² TUHAN (huruf besar) artinya YAHWE, lalu timbul pertanyaan, kenapa tidak sekalian saja dalam Perjanjian Lama ditulis YAHWE supaya tidak membingungkan umat? Jawabannya saya tidak tahu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  coba tanya² pada romo atau orang yang ahli KS.</li>
<li>Inti dari tulisan ini adalah Tuhan &lt;&gt; ALLAH, tetapi dalam bhs Indonesia terjadi kesalahan yaitu Tuhan = ALLAH.</li>
</ul>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat †</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/b363nk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/b363nk.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=9&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/07/yesus-adalah-tuhan-kyrios/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/118b7c92351261645ed4e37da014eb84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">b363nk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembuktian Sains tentang keberadaan TUHAN</title>
		<link>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/pembuktian-sains-tentang-keberadaan-tuhan/</link>
		<comments>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/pembuktian-sains-tentang-keberadaan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 06:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b363nk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Injil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://b363nk.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sibuk membahas keberadaan/eksistensi Tuhan? Meragu? Menolak? Menerima? Setiap orang sah-sah saja menganggap bahwa Tuhan ada atau tidak ada, berikut seluruh implementasi sikap pilihannya itu. Semuanya kembali pada pemahaman kita tentang konsep *eksistensi* itu sendiri, yang kerap tidak cukup hanya dengan mengandalkan neuron belaka. — Professing to be wise, they became fools… — “Mari kita bahas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=5&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sibuk membahas keberadaan/eksistensi Tuhan? Meragu? Menolak? Menerima? Setiap orang sah-sah saja menganggap bahwa Tuhan ada atau tidak ada, berikut seluruh implementasi sikap pilihannya itu. Semuanya kembali pada pemahaman kita tentang konsep *eksistensi* itu sendiri, yang kerap tidak cukup hanya dengan mengandalkan neuron belaka.<br />
— Professing to be wise, they became fools… —</p>
<p>“Mari kita bahas permasalahan besar dalam sains, yakni tentang Tuhan” kata seorang profesor filsafat yang atheis di muka kelas. Kemudian dia meminta seorang mahasiswa baru maju ke depan kelas. “Kamu beragama, bukan ?”<span id="more-5"></span></p>
<p>“Ya, pak.”</p>
<p>“Jadi, kamu percaya pada Tuhan ?”</p>
<p>“Tentu saja.”</p>
<p>“Apakah Tuhan baik ?”</p>
<p>“Jelas! Tuhan baik.”</p>
<p>“Apakah Tuhan maha kuasa? Dapatkah Tuhan melakukan segala sesuatu ?”</p>
<p>“Ya.”</p>
<p>“Coba yang satu ini. Misalkan ada seseorang sakit di sekitar sini dan kamu bisa menyembuhkannya. Bersediakah kamu menolongnya ?”</p>
<p>“Ya, pak, saya bersedia.”</p>
<p>“Maka, kamu baik!”</p>
<p>“Saya tidak mengatakan demikian.”</p>
<p>“Mengapa tidak? Kamu bersedia menolong orang sakit dan menyembuhkannya j ika kamu bisa… Kebanyakan orang pun akan melakukannya jika bisa… tetapi kenapa Tuhan tidak.”</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Dia tidak, bukan? Saudara saya adalah seorang beragama yang meninggal karena kanker meskipun dia sudah berdoa meminta Tuhan menyembuhkannya. Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan baik? Dapatkah kamu menjawabnya?”</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Kamu tidak bisa, bukan ?”<br />
Sang profesor meneguk air dari gelas di mejanya untuk memberi kesempatan pada sang mahasiswa menenangkan diri. “Mari kita lanjutkan, anak muda. Apakah Tuhan itu baik?”</p>
<p>“Ng… Ya.”</p>
<p>“Apakah setan itu baik ?”</p>
<p>“Tidak.”</p>
<p>“Darimana datangnya setan ?”</p>
<p>Sang mahasiswa tergagap. “Dari… Tuhan…”</p>
<p>“Tuhan menciptakan setan, bukan?” Sang profesor menyeringai pada seluruh mahasiswa. “Rasanya kita akan mendapatkan banyak kegembiraan dalam semester ini, tuan-tuan dan nona-nona.” Dia kembali ke mahasiswa di depan kelas. “Katakan, adakah kejahatan di dunia ?”</p>
<p>“Ya, pak.”</p>
<p>“Kejahatan ada di mana-mana, bukan ? Apakah Tuhan menciptakan segala-galanya ?”</p>
<p>“Ya.”</p>
<p>“Jadi, siapa yang menciptakan kejahatan ?</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Adakah penyakit di dunia ini ? Pelanggaran susila ? Kebencian ? Kekerasan ? Segala hal mengerikan, apakah semuanya ada di dunia ini ?”</p>
<p>Sang mahasiswa merasakan kegelisahan merayapi kakinya. “Ya.”</p>
<p>“Siapa yang menciptakan ? “</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>Sang profesor tiba-tiba berteriak pada sang mahasiswa,<br />
“SIAPA YANG MENCIPTAKAN SEMUA ITU? COBA KATAKAN PADA SAYA !!! ”<br />
Sang profesor memandang tajam wajah sang mahasiswa. Dengan suara dalam dia berkata,<br />
“Tuhan yang menciptakan semua kejahatan, bukan?”</p>
<p>[Tiada jawaban]<br />
Sang mahasiswa berusaha menggapai-gapai pegangan, matanya mencari-cari, namun gagal.</p>
<p>“Katakan”, sambung sang profesor, “Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan baik jika Dia menciptakan kejahatan sepanjang waktu? Semua kebencian, kebrutalan, kesakitan, siksaan, kematian, keburukan, dan penderitaan diciptakan Tuhan yang baik ini di seluruh dunia, bukan, anak muda?”</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Tidakkah kamu melihatnya di seluruh dunia?”</p>
<p>[Diam]</p>
<p>“Tidakkah ?” tanya sang profesor menatap wajah sang mahasiswa sambil mendesis,<br />
“Apakah Tuhan baik ?”</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Apakah kamu percaya Tuhan, nak ?”</p>
<p>Jawaban sang mahasiswa mengecewakannya. “Ya, profesor. Saya percaya.”</p>
<p>Sang profesor menggeleng-gelengkan kepala dengan raut wajah sedih. “Sains mengatakan bahwa kamu memiliki panca indra yang kamu gunakan untuk mengidentifikasi dan mengamati dunia sekitar kamu.<br />
Apakah kamu sudah melakukannya ?”</p>
<p>“Belum, pak. Saya belum pernah melihat Tuhan.”</p>
<p>“Maka, katakan pada kami, pernahkah kamu mendengar Tuhan ?”</p>
<p>“Tidak, pak. Saya belum pernah.”</p>
<p>“Pernahkah kamu merasakan Tuhan, mengecap Tuhanmu atau membaui-Nya ? Intinya, apakah kamu memiliki tanggapan indra apapun tentang Tuhan ?”</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Jawablah.”</p>
<p>“Tidak, pak, saya khawatir saya belum pernah.”</p>
<p>“Kamu KHAWATIR… kamu belum ?”</p>
<p>“Belum, pak.”</p>
<p>“Tetapi kamu tetap mempercayai-Nya ?”</p>
<p>“…Ya…”</p>
<p>“Itu adalah KEPERCAYAAN!” sang profesor tersenyum arif pada sang mahasiswa.<br />
“Sesuai kaidah empiris, mampu uji, protokol yang dapat didemonstrasikan, sains menyatakan bahwa Tuhanmu tidak eksis.<br />
Apa pendapatmu tentang hal itu, nak ?<br />
Dimanakah Tuhanmu sekarang ?”</p>
<p>[Tiada jawaban]</p>
<p>“Silakan duduk.”<br />
Sang mahasiswa duduk. Kalah.<br />
Seorang mahasiswa lain mengangkat tangannya. “Profesor, bolehkah saya berbicara ?”</p>
<p>Sang profesor berbalik dan tersenyum.<br />
“Ah, seorang garda depan agama lainnya !”<br />
“Mari, anak muda. Silakan kemukakan kearifan yang patut bagi rekan-rekan anda.”</p>
<p>Sang mahasiswa memandang sekeliling kelas lalu berkata pada sang profesor.<br />
“Anda sudah menyatakan hal-hal yang sangat menarik, pak. Sekarang saya mempunyai sebuah pertanyaan untuk anda. Adakah sesuatu yang disebut panas ?”</p>
<p>“Ya”, sahut sang profesor. “Panas itu ada.”</p>
<p>“Adakah sesuatu yang disebut dingin ?”</p>
<p>“Ya, dingin juga ada.”</p>
<p>“Tidak, pak! Itu tidak ada !”</p>
<p>Seringai sang profesor membeku. Ruang kelas sekonyong-konyong menjadi sangat dingin.</p>
<p>Sang mahasiswa melanjutkan. “Anda bisa mendapatkan macam-macam panas, bahkan lebih panas, super-panas, mega-panas, agak panas, sedikit panas, atau tidak panas, tetapi kita tidak memiliki sesuatu yang disebut *dingin*.<br />
Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol, dimana tidak ada panas, tetapi kita tidak bisa melampauinya lebih jauh lagi setelah itu. Tidak ada sesuatu pun yang disebut dingin, kecuali jika kita bisa mencapai suhu yang lebih dingin dari minus 458. Anda lihat, pak, dingin hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk MENGGAMBARKAN tentang KETIADAAN panas. Kita tidak bisa mengukur dingin.<br />
Panas dapat kita ukur dalam satuan termal karena panas adalah energi. Dingin bukan lawan panas, pak, melainkan ketiadaan panas.”</p>
<p>[Diam]</p>
<p>Sebuah pin terjatuh berdenting di suatu tempat dalam kelas.<br />
“Apakah ada sesuatu yang disebut gelap, profesor ?” tanya sang mahasiswa lagi.</p>
<p>“Itu pertanyaan bodoh, nak. Apakah malam itu jika bukan gelap ? Apa maksudmu ?”</p>
<p>“Jadi, anda mengatakan ada sesuatu yang disebut sebagai gelap ?” “Ya…”</p>
<p>“Anda salah lagi, pak! Gelap bukanlah sesuatu, melainkan ketiadaan sesuatu.<br />
Anda bisa mendapatkan cahaya buram, cahaya normal, cahaya terang, cahaya menyilaukan, tetapi jika anda tidak mendapatkan cahaya secara berkesinambungan, anda tidak mendapatkan apa-apa, dan itu disebut gelap, bukan ? Itulah pengertian yang kita gunakan untuk menggambarkan kata tersebut. Pada kenyataannya, gelap tidak ada. Jika ada, seharusnya anda bisa membuat gelap menjadi lebih gelap lagi.”</p>
<p>Menahan diri, sang profesor tersenyum pada anak muda lancang dihadapannya.<br />
Ini benar-benar menjadi semester yang bagus. “Maukah anda menjelaskan pada kami maksud anda, anak muda ?”</p>
<p>“Baik, profesor. Maksud saya adalah filosofi anda sudah cacat sejak awal sehingga kesimpulan anda sudah pasti rancu”.</p>
<p>Sang profesor menjadi berang. “Cacat ? Lancang benar anda !”</p>
<p>“Pak, bolehkah saya menjelaskan maksud saya ?”<br />
Seisi kelas memasang telinga.</p>
<p>“Penjelasan… oh, penjelasan…”<br />
Sang profesor dengan sangat mengagumkan berhasil mengendalikan diri.<br />
Sekonyong-konyong dia bagaikan keramahan itu sendiri. Dia melambaikan tangannya untuk menenangkan kelas agar sang mahasiswa dapat melanjutkan.</p>
<p>“Anda menggunakan premis tentang pasangan” sang mahasiswa menjelaskan. “Sebagai contoh, adanya hidup dan adanya mati; Tuhan baik dan Tuhan jahat”.<br />
Anda memandang konsep ketuhanan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat diukur. Pak, sains bahkan tidak bisa menjelaskan pikiran. Itu menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah terlihat, banyak yang tidak memahaminya. Memandang kematian sebagai lawan kehidupan adalah pengabaian fakta bahwa kematian tidak bisa eksis sebagai sesuatu secara substantif. Kematian bukanlah lawan kehidupan, melainkan ketiadaan kehidupan.<br />
” Sang mahasiswa mengangkat sebuah surat kabar dari meja rekannya. “Ini adalah salah satu tabloid paling menjijikkan di negeri ini, profesor. Adakah sesuatu yang disebut ketidaksenonohan ?”</p>
<p>“Tentu saja ada, sekarang…”</p>
<p>“Salah lagi, pak!<br />
Anda tahu, ketidaksenonohan adalah semata-mata ketiadaan moralitas. Adakah yang disebut ketidakadilan ? Tidak ! Ketidakadilan adalah ketiadaan keadilan. Adakah yang disebut kejahatan ?”<br />
sang mahasiswa berhenti sejenak. “Bukankah kejahatan adalah ketiadaan kebaikan ?”<br />
Wajah sang profesor berubah merah. Dia sangat marah hingga sejenak kehilangan kata-kata.<br />
Sang mahasiswa melanjutkan, “Jika ada kejahatan di dunia, profesor, dan kita sepakat tentang itu, maka Tuhan, jika Dia eksis, tentu akan menyempurnakan pekerjaan-Nya melalui agen kejahatan tersebut. Pekerjaan apakah yang Tuhan sempurnakan dengannya? Kitab suci menyatakan bahwa tiap manusia, sesuai kebebasan keinginan sendiri, memilih kebaikan daripada kejahatan</p>
<p>Sang profesor terhenyak. “Selaku ilmuwan filsafat, saya tidak memandang permasalahan ini ada kaitannya dengan pilihan apapun; sebagai seorang realis, saya benar-benar tidak melihat konsep Tuhan maupun faktor teologis lain sebagian bagian dari dunia karena Tuhan tidak bisa diamati.”<br />
“Saya malah berpikir bahwa ketiadaan kode moral ketuhanan di dunia ini kemungkinan adalah satu fenomena yang paling bisa diamati” sahut sang mahasiswa. “Surat kabar membuat milyaran dollar melaporkannya setiap minggu! Katakan, profesor, apakah anda mengajar mahasiswa bahwa mereka berevolusi dari kera ?”<br />
“Jika anda mengacu pada proses evolusi alamiah, anak muda, ya, tentu saja demikian yang saya lakukan.”</p>
<p>“Pernahkah anda mengamati evolusi dengan mata anda sendiri, pak ?”<br />
Sang profesor mengertakkan gigi dan memandang sang mahasiswa dengan tajam.<br />
“Profesor, karena tidak seorang pun pernah mengamati berlangsungnya proses evolusi dan bahkan tidak seorang pun dapat membuktikan proses ini sebagai upaya berkesinambungan, bukankah anda sedang mengajarkan opini anda, pak ?<br />
Apakah anda sekarang bukan seorang ilmuwan melainkan pengkhotbah ?”</p>
<p>“Saya memaafkan kelancangan anda dalam nuansa diskusi filosofis kita. Sudah selesaikah anda ?” desis sang profesor.<br />
“Jadi, anda tidak menerima kode moral ketuhanan melakukan apa yang layak ?”<br />
“Saya percaya pada apa adanya. Itulah sains !”</p>
<p>“Ahh! SAINS !”<br />
wajah sang mahasiswa berubah sinis. “Pak, anda telah menegaskan bahwa sains adalah studi mengenai fenomena pengamatan. Sains juga adalah premis yang cacat…”<br />
“SAINS CACAT ?”</p>
<p>sang profesor bergetar. Kelas menjadi gempar.<br />
Sang mahasiswa tetap tegar berdiri hingga kegemparan mereda. “Untuk melanjutkan point yang sudah anda nyatakan sebelumnya pada mahasiswa lain, bolehkah saya memberi contoh tentang apa yang saya maksudkan ?”<br />
Sang profesor diam. Sang mahasiswa memandang sekeliling kelas ruang.”Adakah seseorang di kelas ini yang pernah melihat otak pak profesor ?”<br />
Kelas serentak pecah oleh tawa. Sang mahasiswa menunjuk pada sang profesor yang sudah remuk. “Adakah orang di sini yang pernah mendengar otak pak profesor, merasakan otak pak profesor, menyentuh, atau membaui otak pak profesor ?”<br />
Tampaknya tidak seorang pun pernah melakukannya. Sang mahasiswa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih. “Tampaknya tidak seorang pun pernah memiliki tanggapan indra apapun terhadap otak pak profesor. Maka, sesuai aturan empiris, keajegan, protokol yang dapat didemonstrasikan, sains, SAYA NYATAKAN bahwa bapak profesor kita tidak punya otak !”</p>
<p>Kelas tercengkeram dalam chaos. Sang mahasiswa kemudian duduk… karena memang demikianlah fungsi sebuah kursi.</p>
<p>Sumber : <a style="cursor:pointer;color:#3b5998;text-decoration:none;" rel="nofollow" href="http://www.scribd.com/doc/16378847/Pembuktian-Sains-Tentang-Keberadaan-Tuhan" target="_blank">http://www.scribd.com/doc/16378847/Pembuktian-Sains-Tentang-Keberadaan-Tuhan</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/b363nk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/b363nk.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=5&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/pembuktian-sains-tentang-keberadaan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/118b7c92351261645ed4e37da014eb84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">b363nk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Genesis</title>
		<link>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/genesis/</link>
		<comments>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/genesis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 05:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b363nk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Injil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/genesis/</guid>
		<description><![CDATA[Ya, ini adalah blog saya yg pertama menggunakan WordPress artikel² yg dimuat pada blog ini akan bertemakan tentang Iman Katholik, okey sekian dulu dari saya GBU †<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=4&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, ini adalah blog saya yg pertama menggunakan WordPress <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  artikel² yg dimuat pada blog ini akan bertemakan tentang Iman Katholik, okey sekian dulu dari saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  GBU †</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/b363nk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/b363nk.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=b363nk.wordpress.com&amp;blog=9303756&amp;post=4&amp;subd=b363nk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://b363nk.wordpress.com/2009/09/03/genesis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/118b7c92351261645ed4e37da014eb84?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">b363nk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
